Hard skill. Sudah tidak terdengar asing lagi di telingamu ‘kan? Dalam persaingan tinggi terutama di dunia pekerjaan pada era 5.0 ini, tentu tidak bisa tanpa persiapan apapun. Dibutuhkan berbagai kemampuan (skill) agar bisa turut bersaing dan tidak kalah sebelum berperang. Berdasarkan penelitian Universitas Negeri Makassar (UNM) dapat disimpulkan bahwa hard skill memberikan pengaruh sebesar 24,7% dan soft skill 15,7% terhadap persiapan seseorang dalam menghadapi dunia kerja.
Disebutkan bahwa hard skill memberikan pengaruh yang besar, lantas apa itu hard skill? Hard skill adalah kemampuan yang bisa dipelajari dan dapat diasah dengan melakukan pelatihan dan pendidikan formal maupun nonformal seperti kursus. Menariknya, dalam mempelajari hard skill juga dapat menentukan minat dan bakat yang dimiliki setiap individu. Jadi, tidak perlu merasa minder kalau tidak memiliki bakat hard skill. Sebab, ini adalah kemampuan yang dapat dikuasai dengan mudah jika konsisten dalam berlatih.
Hard skill mempunyai fungsi yang penting antara lain; membantu pekerjaan agar lebih efisien dan efektif, hasil yang didapat sesuai dengan hasil yang diharapkan serta dapat menyelesaikan masalah dengan tenang. Cara mengasah hard skill cukup mudah yaitu, melalui pelatihan kursus/pendidikan tertentu, dapat diukur melalui ujian kompetensi bersertifikat. Nah, biasanya saat rekrutmen karyawan, rekuiter melihat dan menilai lamaran dari bukti hard skill yang dimiliki, baik itu dalam sertifikat atau portofolio. Berikut beberapa keahlian hard skill dapat dipertimbangkan saat melamar pekerjaan, yaitu; teknologi informasi komputer, multimedia desain, manajemen administrasi perkantoran dan yang lainnya. Hard skill merupakan kebutuhan sehingga dia mampu untuk bersaing mendapatkan lapangan pekerjaan ataupun menciptakan lapangan pekerjaan.
#smartacdemy #hardskill #softskill #lifeskill #upgradeskill #kursus #belajar #course #pelatihan #pelatihankerja #lpk #lkp
